Tugas jurnal remuti 1620143

Tugas jurnal




Nama: remuti
No bp: 1620143




Stkip adzkia padang










































      Pendahuluan

Di antara seluruh jenjang pendidikan di lembaga pendidikan formal, jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan tahap pendidikan pertama yang penting dilalui oleh peserta didik. Jenjang pendidikan SD merupakan tahap pertama yang ditempuh peserta peserta didik untuk mendapat pembekalan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar yang berguna dalam mengikuti pendidikan di jenjang selanjutnya (Rachman, 2015). Oleh sebab itu, penting bagi peserta didik untuk belajar secara optimal di jenjang ini. Untuk mendukung optimalisasi pembelajaran peserta didik di SD, maka guru dipercaya memiliki peranan penting di dalamnya. Sa’diyah dan Sukayati (2011) menyatakan bahwa di jenjang SD, keberhasilan belajar siswa sebagian besar bergantung pada usaha guru dalam memfasilitasi siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Guru secara langsung mempengaruhi bagaimana siswa belajar, apa yang dipelajari, seberapa banyak siswa belajar, dan pola interaksi di dalam kelas maupun interaksi dengan lingkungan yang lebih luas. Pentingnya peran guru dalam pembelajaran siswa SD membuat guru perlu memiliki berbagai kemampuan yang menunjangnya dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif di kelas. Goh dan Khine (2002) dalam penelitiannya di sekolahsekolah dasar di Singapura menemukan bahwa situasi kelas yang kondusif merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran. Situasi kelas yang kondusif meliputi seluruh elemen yang berada di dalam kelas, seperti interaksi antara guru dan siswa serta iklim kelas. Situasi yang kondusif berarti ada interaksi yang positif dan asertif antara guru dan siswanya dalam mengemukakan kebutuhan dan keinginannya di kelas, adanya perhatian yang adil bagi guru kepada seluruh siswa, serta adanya lingkungan fisik yang mendukung siswa untuk fokus dalam pembelajaran. Situasi kelas yang kondusif dapat meningkatkan keinginan siswa untuk belajar. Hal ini menandakan adanya hubungan yang signifikan antara situasi belajar yang kondusif dengan hasil pembelajaran. Melihat pentingnya situasi belajar yang kondusif dalam proses pembelajaran dan pencapaian akademik siswa, maka guru perlu memiliki kemampuan untuk menciptakan situasi kondusif di kelas. Dalam hal ini, kemampuan guru dalam mengelola atau mengatur kelasnya menjadi penting. Henley (dalam Emmer & Stough, 2001) menyatakan bahwa pengelolaan atau manajemen kelas adalah kemampuan mengajar yang penting bagi guru, karena dapat mengurangi gangguan di dalam kelas dan menciptakan lingkungan belajar untuk mendukung perkembangan intelektual dan emosional siswa. Pentingnya kemampuan manajemen kelas juga didukung oleh hasil penelitian Ratcliff dkk. (2011). Temuan penelitian menunjukkan ketika guru dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk belajar, maka waktu untuk menangani permasalahan dalam kelas akan berkurang, sehingga waktu yang digunakan untuk proses belajar mengajar menjadi semakin meningkat. Pada dasarnya, kemampuan manajemen kelas dibutuhkan oleh guru yang mengajar siswa di semua jenjang usia. Hal ini dikarenakan siswa perlu belajar untuk memahami dan mengikuti keteraturan atau struktur di sekolah. Akan tetapi, Sa’diyah dan Sukayati (2011) menyatakan bahwa masih banyak guru yang kurang maksimal dalam mengelola kelas yang diampunya, terutama di sekolah dasar-sekolah dasar di Indonesia. Resume “Aspek, Fungsi dan Faktor Manajemen Kelas”

 A. Aspek-Aspek Manajemen Kelas

 Basar (2011) menyimpulkan bahwa manajemen kelas dapat dibahas secara komprehensif di bawah lima bidang utama. Ini adalah:
1. Pengelolaan lingkungan fisik: Guru harus bertujuan untuk menyediakan konteks pembelajaran yang aman dan ramah yang memudahkan kontak sosial antara guru dan murid untuk meningkatkan pengetahuan, kepercayaan, dan keterampilan siswa dalam hubungan manusia. Cara di mana aspek fisik kelas disusun harus mencerminkan tujuan dan nilai yang ingin dipromosikan sekolah (Ming-tak & Wai-shing,2008).
2. Pengelolaan waktu: Cara waktu yang dialokasikan, rutin non instruksional transisi antara aktivitas atau kelas, gangguan sekolah yang luas, jenis pengaturan tempat duduk, jenis ruang yang diputuskan untuk kelompok dan kegiatan yang sedang berlangsung, ruang kerja individu dan penyimpanan permanen Dari bahan dan catatan, penempatan meja guru mempengaruhi penggunaan waktu (McLeod et al., 2003). Dalam pengertian ini John dan Sutherland (2004) menegaskan bahwa teks digital, yang digunakan dengan terampil, dapat menciptakan kondisi di mana waktu dan energi dilepaskan.
3. Pengelolaan perilaku siswa: Standar, peraturan dan prosedur pengajaran telah dibahas di antara aspek pengelolaan kelas yang paling penting. Setelah kurikulum ditinjau, strategi dapat dipertimbangkan. Di kelas yang dikelola dengan baik siswa harus tahu persis apa yang harus dilakukan, memiliki kesempatan untuk diskusi lisan dan belajar dengan rekan kerja secara kooperatif dan belajar di lingkungan belajar yang menyenangkan (Demirbilek dan Yucel, 2011; Edwards, 2000; McLeod, Fisher and Hoover, 2003; Ozan & Ozdemir, 2010; Valiandes dan Tarman, 2011; Warschauer, 1996).
4. Pengelolaan hubungan dan komunikasi: Komunikasi sangat penting untuk hubungan baik dan memerlukan guru untuk menampilkan perilaku verbal dan non verbal yang sesuai untuk mempromosikan pemahaman dan langkah pertama pengelolaan kelas yang efektif adalah membangun iklim kelas positif berdasarkan rasa saling percaya, hormat dan perhatian (Marzano, 2003; Ming-tak dan Wai-shing, 2008; McLeod dkk., 2003)
5. Manajemen kurikulum: Kurikulum yang dipersiapkan dengan baik yang menyeimbangkan beragam kepentingan dan kebutuhan siswa dengan metode pembelajaran yang sesuai dapat terjadi dengan kelas yang dikelola dengan baik (Edwards , 2000; Young, Klemz dan Murphy, 2003).

 B. Fungsi Manajemen Kelas

 Fungsi manajemen adalah sebagai wahana bagi perserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi potensi peserta didik yang lainnya. Agar fungsi manajemen peserta didik dapat tercapai, ada beberapa fungsi manajemen kelas tersebut sebagai berikut:
1. Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah dan hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu.
2. Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
 3. Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan prosedur yang digunakan.
 4. Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan mendorong motivasi belajar.
5. Mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya organisasi kurikulum yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu.
 6. Murid-murid akan menghormati guru yang dengan sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai dengan harapanharapan mereka.
 7. Memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya dan perkembangan profesionalnya.
8. Membantu guru memiliki perasaan percaya pada diri sendiri dan menjamin atas diri sendiri.
9. Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date kepada murid.

 C. Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Kelas

 Walaupun penelitian ini tidak secara khusus menggali faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan manajemen kelas, namun ada beberapa faktor yang ditemukan di lapangan dan berdampak kepada kemampuan manajemen kelas para partisipan. Pertama, ukuran kelas. Dash dan Dash (2008) mengungkapkan bahwa semakin sedikit jumlah siswa di kelas, maka akan semakin mudah bagi guru untuk menerapkan manajemen kelas dan sebaliknya. Temuan penelitian mendukung hal ini. Jumlah siswa kelas I ditemukan lebih sedikit dibandingkan siswa di kelaskelas lainnya, yaitu 12 siswa. Hal ini diakui oleh wali kelas I, bahwa jumlah siswa yang sedikit lebih memudahkannya untuk melakukan manajemen kelas.
Wali kelas III yang pernah menggantikan wali kelas I selama satu hari juga menyatakan bahwa jumlah siswa yang lebih sedikit sangat membantu memudahkan penerapan manajemen kelas. Sedikitnya siswa dirasa dapat mempermudah guru untuk mengawasi para siswa, sehingga faktor ini ditemukan mempengaruhi kemampuan manajemen kelas para partisipan di SD X. Faktor kedua adalah homogenitas. Dash dan Dash (2008) menyatakan bahwa manajemen kelas cenderung lebih mudah diterapkan pada kelas dengan karakteristik siswa yang homogen dibandingkan heterogen. Siswa SD X memiliki karakteristik yang cenderung homogen. Menurut hasil wawancara dengan pihak sekolah, mayoritas siswa tinggal di lingkungan yang berdekatan dengan sekolah dan memiliki latar belakang keluarga yang mirip satu dengan yang lain. Ketiga faktor di atas adalah beberapa faktor yang kuat ditemukan mempengaruhi manajemen kelas guru di SD X. Peneliti mengakui bahwa salah satu kelemahan penelitian ini adalah kurang menggali lebih jauh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan manajemen kelas guru, sehingga dapat menjadi saran bagi penelitian selanjutnya bila penelitian serupa akan dilakukan oleh peneliti maupun pihak lain.
 Hasil Analisis Basar (2011) menyimpulkan bahwa manajemen kelas dapat dibahas secara komprehensif di bawah lima bidang utama yaitu ada Pengelolaan lingkungan fisik, Pengelolaan waktu, Pengelolaan perilaku, Pengelolaan kurikulum. selain itu Fungsi manajemen adalah sebagai wahana bagi perserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi potensi peserta didik yang lainnya agar dengan adanya manajemen kelas tujuan dari suatu pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal dan optimal. dalam melaksanakan manajemen kelas ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Kelas yaitu Pertama, ukuran kelas. Dash dan Dash (2008) mengungkapkan bahwa semakin sedikit jumlah siswa di kelas, maka akan semakin mudah bagi guru untuk menerapkan manajemen kelas dan sebaliknya. Faktor kedua adalah homogenitas. Dash dan Dash (2008) menyatakan bahwa manajemen kelas cenderung lebih mudah diterapkan pada kelas dengan karakteristik siswa yang homogen dibandingkan heterogen. Kesimpulan dan Saran

 A. Kesimpulan

Dalam melaksanakan manajemen kelas
ada beberapa aspek yang harus diperhatikan agar dalam melaksanakan manajemen kelas tujuan yang ingin dicapai iu dapat tercapai dengan optimal, aspek yang mempengarhi dilakukannya manajmen kelas yaitu Pengelolaan lingkungan fisik, Pengelolaan waktu, Pengelolaan perilaku, Pengelolaan kurikulum. selain itu ada faktor yang mempengaruhi dalam melaksankan manajemen kelas ukuran kelas, homogenitas. Faktor tersebut sangat menunjang dalam melakukan manajemen kelas. Dalam melaksanakan manajemen kelas ada beberapa fungsi dalam melakukan manajmen kelas yaitu sebagai wahana bagi perserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi potensi peserta didik yang lainnya agar dengan adanya manajemen kelas tujuan dari suatu pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal dan optimal.

 B. Saran

 Kami menyadari bahwa penulisan dari tugas ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang pembahasan yang disajikan dengan sumber - sumber yang lebih banyak, yang dapat di pertanggung jawabkan. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan penulisan hasil jurnal selanjutya. Daftar Rujukan Alfian Erwinsyah.

 Tadbir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 5, Nomor 2 : Agustus 2017. Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar Helsa, Agustina Hendriati. Jurnal Psikologi Vol. 16 No. 2 Oktober 2017, 89-104 89 Kemampuan Manajemen Kelas Guru: Penelitian Tindakan Di Sekolah Dasar Dengan Ses Rendah Resti Aulia, Uep Tatang Sontani. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran Vol. 3 No. 2, Juli 2018, Hal. 9-17. Pengelolaan kelas sebagai determinan terhadap hasil belajar (Classroom management as a determinant of student achievment) 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 12

Tugas 8